Soekarno Coffee Fest Blitar, akankah sejarah kopi Blitar terlupakan

Soekarno Coffee Fest Blitar, akankah sejarah kopi Blitar terlupakan

Soekarno Coffee Fest Blitar, akankah sejarah kopi Blitar terlupakan

Menyambut bulan bung karno yang tinggal beberapa hari akan tiba di bulan Juni.  Ada sebuah event yang menarik untuk kita ikuti bersama terutama penggemar kopi. Tentunya kopi yang disajikan berbeda dengan kopi yang biasa kita “unjuk” atau kita “kokop” atau kita minum di pawon. Walaupun pada intinya minum kopi dimanapun “sami mawon” alias sama saja. Dengan mengikuti acara ini kita menjadi mengerti dan mengetahui, ternyata meminum kopi mempunyai makna dan tentunya berkelas. Mengapa demikian karena minum kopi ternyata tidak hanya kopi berwarna hitam dan rasanya itu-itu saja. Ada berbagai jenis kopi yang ada di Indonesia. Dan mempunyai jenis aneka rasa, yang mungkin diantara kita belum pernah mencobanya.

Bagaimana pasar penggemar kopi di Blitar? Mungkin kita bisa melihatnya dari warung-warung kopi mulai yang tradisional hingga warung kopi yang berada di café café yang bertebaran di blitar.ada yang harga murah dan tentunya ada yang harga mahal. Ada yang berkelas dan ada yang biasa biasa saja, asal ngopi tidak mengantuk.

Satu hal yang menjadi catatan kita tentang kopi di Blitar. Bahwa di blitar sejak zaman belanda ada sebuah perkebunan kopi yang sudah beroperasi sejak jaman Belanda. Dan anda sudah tentu namanya dan dimana lokasi perkebunan itu. Kopi dari blitar menjadi sebuah perhitungan tersendiri karena kesuburan tanah yang tidak lain adalah karena kesuburan bekas letusan gunung kelud. Dan jalur rempah kopi inilah yang membuat pertimbangan pemerintah belanda pada saat itu membuka jalur kereta api ( mungkin perlu literasi lebih mendalam untuk masalah ini )

Ini sebuah festival untuk mengenal lebih lanjut tentang kopi. Terutama sejarah kopi yang ada di blitar, bagaimana sejarah dan sepak terjangnya di blitar raya  ini. Tak ada salahnya kita hadir dan mengikuti rangkaian acara ini. Acara ini diselenggarakan oleh pemerintah kota blitar dan tentunya dengan beberapa instansi dan sponsor terkait dan juga beberapa media partner.

Untuk jadwal tanggalnya akan dilaksanakan pada tanggal 10 – 12 juni 2022. Dan bertempat di kantor walikota blitar. Untuk detail rangkaian acaranya sebagai berikut :

  1. Fun Brewing yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 dan 12 Juni 2022
  2. Coffe party yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 12 juni 2022
  3. Seni lukis yang akan dilaksanakan pada tanggal 10 sampai dengan 12 juni 2022
  4. Sukarno night run yang akan dilakasankan pada tanggal 11 juni 2022
  5. Dan coffe talk show yang akan dilaksanakan pada tanggal 12 juni 2022
  6. Dan dihibur oleh music performe : keroncong sakura, dj queen, mr z reborn jazz

Pecel Mbok Sani Khas Blitar, Ada yang sudah tau Mbok Sani yang mana?

pecel mbok sani blitar

Pecel Mbok Sani Khas Blitar, Ada yang sudah tau Mbok Sani yang mana?

Bagi yang tinggal di blitar mungkin sudah mengenal pecel mbok sani blitar. Atau bahkan ada yang belum kenal dengan pecel mbok sani di blitar. tenang kawan kami akan mencoba memberikan info dan reviewnya untuk anda semua tentang kuliner blitar khas ini.

Ada baiknya anda berangkat pagi-pagi sambil olahraga atau jalan jalan. Untuk lokasi dan tepatnya berada di wilayah kembangan barat dari patung garuda timur dari kelurahan bendo. Ada plang dan papan namanya di jalan sehingga ketika anda melewati jalan anda akan bisa menemukan dengan mudah. Untuk akses masuk ke gang memang agak sempit terutama bagi anda yang menuju ke sini dengan menggunakan mobil. Namun tenang saja ada petugas parkir yang akan membantu anda dengan mudah. Namun bagi anda yang menuju kuliner mbok sani ini dengan menggunakan sepeda motor atau dengan sepeda olahraga anda tidak perlu kawatir anda akan mudah parkir dengan mudah di halaman warung nasi pecel mbok sani.

Sebelum memesan makanan ada baiknya jika anda tetap melakukan protokol kesehatan. Yakni cuci tangan sebelum makan, biar kesehatan tetap terjaga dan sehat selalu. Ketika anda akan masuk di area ini, mungkin anda akan bingung mana yang namanya mbok sani. Apa ibu – ibu itu atau mbak mbak itu. Mungkin kia akan heran manakah yang memiliki nama mbok sani. Tapi jangan kawatir meskipun anda heran-heran anda akan tetap dilayani untuk memesan nasi pecel khas mbok sani. Urut  punya urut cerita ternyata yang berjualan saat ini adalah sudah generasi ketiga dari mbok sani. Mungkin untuk sejarah lengkapnya anda lebih baik bertanya kepada ibu – ibu atau mbak-mbak yang melayani penjualan nasi pecel ini.

Untuk masalah minuman, yang tersedia di meja pusat informasi atau meja pusat jualan pecel. Terdapat air putih gelas dan teh manis gelas kecil. Anda bisa memilih sesuai dengan selera dan keinginan anda. Disamping itu anda bisa memesan kopi yang akan dibuatkan di dapur bagian dalam.

Untuk lauk toping nasi pecel mbok sani ini adalah peyek, tahu dan temple. Yang khas menurut penulis adalah raya peyek atau rempeyek yang mungkin berbeda dengan nasi pecel lainya yang berada di blitar. Terkenal empuk renyah dan mempunyai rasa khas sendiri.

Seperti nasi pecel lainya, terdapat sayuram, kulupan dan capar dan tentunya sambal pecel. Untuk rasa pecel tidak terlalu pedas. Dan porsi nasinya adalah cukupan baik untuk laki-laki, wanita atau anak-anak. Namun bagi yang merasa kurang anda  bisa nambah satu porsi lagi agar bisa kenyang.

Meja yang tersedia lumayan cukup banyak dan representatif. Meskipun ramai yang beli jangan khawatir anda masih bisa mendapatkan tempat duduk, untuk menikmati pecel mbok sani. Untuk harga kisaran antara 7.000,- rupiah per porsi. Dan tentunya harga ini sangat terjangkau. Bagi anda penggemar kuliner blitar anda bisa bandingkan dan rasakan. Apa beda pecel mbok sani dengan pecel lainya. Selamat menikmati dan selamat pagi

Syukuran kupatan tradisi yang perlu dimaknai

Syukuran kupatan tradisi yang perlu dimaknai

Kupatan atau kupat sudah tidak asing di telinga kita. Sebuah tradisi setelah hari raya idul fitri selang 6 hari setelah lebaran. Adat istiadatnya ada sekelompok orang yang terampil dalam membuat kupat bergotong royong membuat kupat dari janur atau daun kelapa muda. Biasanya dikerjakan bersama anak-anak kecil. Agar anak anak kecil kelak bisa terampil membuat kupat. Setelah terkumpul dalam jumlah yang cukup banyak di jual dengan harga yang sewajar nya kepada tetangga. Namun di era serba instan ini buda gotong royong membuat kupat ini luntur. Orang lebih suka membeli kupat jadi yang tersedia di pasar pasar atau bakol etek.

Apa makna kupat dan sejarah kupat dan relevansi dengan kondisi saat ini.

Kupat sebagaimana kita ketahui arti secara umum dalam istilah jawa. “ Laku papat “ atau “ Ngaku Lepat “ atau ada juga yang mengartikan “ Ngaturaken lepat”. Kata kata kupat diambil dari suku kata suku kata pada kosa kata tersebut dengan singkatan “Kupat”. Karena sebuah tradisi yang sering diulang akhirnya lebih sering disebut dengan “kupatan”

Tradisi kupatan sudah ada sejak zaman hindu buda era majapahit sebelum kedatangan Islam. Kupatan salah satu bentuk upacara yang berkaitan dengan penghormatan kepada Dewi Sri. Dewi Sri adalah dewa kesuburan yang berkaitan dengan tanaman padi. Sehingga kupatan bahan untuk pengolahanya berasal dari beras atau padi yang dimasak di dalam janur yang sudah dibentuk dalam bentuk persegi.

Edukasi pemaknaan kupat era sunan kalijogo

Seiring dengan berkembangnya islam pada era kesultanan demak. Perubahan adat istiadat kupat ditransformasikan oleh sunan kali jogo. Dengan pemaknaan yang bermakna dalam tradisi kupat.  Bahan kupat atau kupatan berasal dari daun kelapa yang muda. Atau yang lebih dikenal dengan “janur”. Kata-kata janur merupakan kepanjangan dari Bahasa arab dari kata-kata “Jannah nur” yang mempunyai arti cahaya surge. Dalam istilah jawa juga merupakan kepanjangan dari kata-kata “jatining nur” atau hati nurani. Makna terjemahan bebas (red) munculnya cahaya surga di saat setelah menjalankan ibadah puasa. Kemudia ada yang mengartikan lagi bahwa hati sanubari perlu dibersihkan dari kesalahan-kesalahan terhadap sesame umat manusia. Dengan saling memaafkan antara satu dengan yang lainya.

Anyaman ketupat dimaknai sebagai sebuah keragaman di dalam masyarakat. Dan harus dipererat dianyam didekatkan dengan tali silaturahmi. Kupat diartikan juga dengan laku papat. Atau dalam bentuk secara dimensinya menggambarkan kiblat papat, limo pancer. Yang artinya empat arah satu pusat. Yang mempunyai arti kemanapun manusia melangkah akan kembali kepada satu tujuan yakni kembali kepada Alloh SWT. Atau juga diartikan empat arah mata angina harus tetap mengarah ke kiblat.

Perlambangan beras atau nasi adalah perlambangan nafsu manusia. Dimana selama bulan Ramadhan nafsu manusia harus tetap dikendalikan atau dikekang dengan janur. Nafsu harus dikendalikan dengan jatining nur agar menjadi manusia yang sempurna. Dan sebagai pertanda setelah Ramadhan harus tetap mengendalikan hawa nafsu. Sehingga kerap kupat dijadikan gantungan di pintu rumah sebagai jimat. Tidak lain tidak bukan adalah bentuk upaya perlambangan pengendalian hawa nafsu.

Dalam penyajian kupat sering ditambah dengan santen atau santan terkadang juga ditaburi dengan kunir. Makna simbolisasi adalah sebuah kejayaan dan juga santen atau penganpunten atau permohonan maaf.

Relevansi dengan masa pasca pandemi

Bahwa kupatan adalah bentuk syukur telah melalui bulan Ramadhan dan hari raya bagi orang yang telah menjalankan puasa syawal. Kupat menjadi hidangan saat lebaran pada beberapa kalangan. Sedangkan pada beberapa orang di hidangkan pada hari ke tujuh bulan syawal. Melihat tekstur kuliner kupat identik dengan lontong yakni beras yang di rebus dalam jangka waktu yang lama. Sehingga makanan ini bisa digunakan untuk beberapa hari. Berdasarkan dengan hal ini kupat adalah sebuah makanan yang bisa membantu untuk digunakan dalam jangka waktu beberapa hari.

Terlepas dari itu dalam menghadapi masa pandemi yang perlu ditekankan adalah rasa syukur terhadap kondisi yang ada. Dan tentunya tetap menjaga tali silaturahmi antar sesame. Dan juga tentunya dalam berhubungan dan berinteraksi dengan sesame tetap bisa mengendalikan diri sehingga bisa menimbulkan simbiosis mutualisme ditengah keberagaman masyarakat.