Reog Bulkio Sebuah Seni Pertunjukan di Blitar Untuk Melawan Penjajahan

Reog Bulkio Sebuah Seni Pertunjukan di Blitar Untuk Melawan Penjajahan

apakah anda sudah mengetahui tentang apakah reog Bulkio itu ? beberapa dari  kita mungkin sudah sering mendengar namung mungkin juga ada yang belum pernah mendengar tentang apakah seni pertunjukan reog Bulkio itu. reog bulkio merupakan seni pertunjukan yang berkembang di daerah desa kemoloko kecamatan nglegok di kabupaten Blitar.

Mengapa muncul kesenian ini di Blitar ? konon pertunjukan ini terinspirasi oleh perlawanan Pangeran Diponegoro untuk melawan penjajahan belanda. ada sesuatu yang menarik dalam seni budaya tari pertunjukan reog bulkio ini. Yakni adanya sebuah gerak tari yang dilakukan secara berulang ulang.  cerita yang disampaikannya pun tidak menunjukan arti yang tampak melawan penjajah. namun digambarkan cerita tentang nabi nabi yang melawan orang kafir. hal ini untuk mengelabui penjajah belanda agar tidak terlalu nampak. sehingga para pemain dan penari tidak ditangkap dan dibuang oleh penjajah Belanda

Bisa dibayangkan pada masa penjajahan dahulu bahwa seni pertunjukan yang sekiranya melawan penjajahan belanda dan jika penjajah menyadarinya, maka akan ditangkap dan dibuang para pelaku kesenian yang memainkanya.

Dari penciptaan karya menurut beberapa sumber reog bulkio adalah bentuk perpaduan alat musik bernuansa islam dan hindu. hal ini dibuktikan dengan penggunaan rebana dan gamelan dan gong dalam pertunjukan ini.

 struktur gerak Reog Bulkio terdiri dari unsur gerak kepala, unsur gerak tangan, unsur gerak badan, unsur gerak kaki, terdiri dari motif statis dan motif dinamis, ragam gerak, frase, paragraf dan memiliki tiga kostum yang berbeda antara penari prajurit, penari perangan dan pemegang panji atau bendera.

struktur gerak Reog Bulkio ini yaitu: terdiri dari 5 unsur gerak kepala, 9 unsur gerak tangan, 8 unsur gerak badan, 9 unsur gerak kaki, 13 motif statis, 6 motif dinamis, 6 ragam gerak, 13 frase, 3 paragraf serta memiliki 3 kostum berbeda dari penari prajurit, perangan dan pemegang panji atau bendera.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *