Blitar menghasilkan ahli teknologi perikanan yang terkenal mbah Iwan Dalauk atau mbah Mujair

Blitar menghasilkan ahli teknologi perikanan yang terkenal mbah Iwan Dalauk atau mbah Mujair

jaman 1980 adalah era kelahiran mbak Iwan dalauk atau mbah mujair tentunya kita tahu bahwa saat itu dan era itu belum ada sebuah teknologi informasi yang menyerupai seperti saat ini. namun semangat dan pantang menyerah mbah iwan dalauk atau mbah mujair patut kita acungi jempol dalam rangka pengembangan dan pengolahan teknologi perikanan. dan hingga terkenal sampai dengan saat ini.

Silsilah keluarga mbak Iwan Dalauk atau mbah Mujair. terceritakan bahwa perjalanan keluarga beliau tidak banyak yang terungkap. hanya sejarah keluarga yang diketahui. Mbah Iwan Dalauk atau mbah Mujair lahir di daerah kuningan di wilayah kabupaten Blitar.  lahir dari pasangan Bapak bayan isman dan ibu Rubiyah. beliau adalah anak ke empat dari sembilan bersaudara. sejarah teng masa kecil dan masa remaja mbah mujair sangat sulit diketemukan karena saksi seangkatan beliau sudah tidak ada yang bisa bercerita.

Mbah Iwan Dalauk atau mbah Mujair menikah dengan seorang wanita yang bernama partimah di desa kuningan kabupaten blitar. hasil dari pernikahan ini dikaruniai tujuh orang anak. yakni dengan nama

  1. wahanan
  2. napiyah
  3. thoyibah
  4. imam soepardi
  5. ismoenir
  6. djaenuri
  7. daud

dari sumber berita yang diceritakan pada saat berita ini diberitakan bahwa semua anak beliau meninggal kecuali Ismoenir yang masih tetap tinggal di kuningan kabupaten blitar dan Djaenuri yang tinggal di kencong jember.

Menurut Ismoenir yang merupakan anak ke lima dari mbah Mujair. bahwa untuk penghasilan beliau sehari – hari mbah Mujair berjualan sate kambing di wilayah kuningan. dan pada masa itu sate kambing mbah mujair sangat digemari dan sangat terkenal di berbagai kalangan di wilayah Blitar. pelanggannya terdiri dari usia muda hingga usia muda dan berbagai kalangan baik kalangan orang jawa atau orang tionghoa juga menggemari sate kambing mbah mujair.

dari kehidupan beliau yakni mbah iwan dalauk atau mbah mujair memiliki kesibukan lain yakni berjudi dengan kalangan orang tionghoa. beberapa sumber menuturkan bahwa mbah mujair tidak mau berjudi dengan orang jawa namung penantangnya rata rata adalah orang tionghoa. dari kebiasaan yang kurang bagus ini yang membuat sisi bisnis jualan sate kambing mbah mujair mengalami penurunan dan tidak untung. hal ini dituturkan mbah slamet putra mbah wahahan yang sekaligus cucu mbah mujair.

sebagai akibat dari kebangkrutan ini mbah Mujair menjalankan ihtiar atau tirakat. yang pada saat itu diajak oleh bapak Muraji kepala desa papungan untuk menjalankan tirakat pada setiap tanggal 1 suro. Saat itu bermimpi bahwa rambung dan jenggotnya menyentuh tanah….

 

bersambung ……

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *